Hari ini, kita akan melakukan sedikit role-playing, siap? Bayangkan Anda adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan besar yang memiliki sekitar 1.000 karyawan. Ini adalah sebuah tempat yang hebat untuk bekerja karen, selain menawarkan produk-produk yang hebat, Anda juga memperlakukan karyawan Anda dengan rasa hormat, mendorong mereka semua untuk tetap sehat dan memastikan mereka memiliki pekerjaan yang penting bagi mereka.
Suatu hari, ada yang menelpon. CEO dari sebuah perusahaan bersaing siap untuk berhenti dan ingin menjual perusahaannya – dengan harga yang murah! Tanpa menunda-nunda, Anda mengumpulkan tim Anda, terbang untuk bertemu CEO dan mendapatkan tur dari fasilitasnya. Ketika Anda sampai di sana, tempat tersebut adalah kebalikannya dari tenaga kerja Anda yang sehat dan hidup di perusahaan Anda. Orang-orang di perusahaan ini adalah orang-orang yang baik, namun mereka terkuras, lamban dan hanya menyeret-nyeret kaki mereka sepanjang hari. Di mana dorongan untuk menjadi yang terbaik di sini?
Kemudian Anda memutuskan untuk makan siang dengan CEO tersebut bersama timnya, dan Anda berbicara terus terang mengenai standar makan Anda; ayam panggang, salad hijau dan nasi merah. Mereka menatap dengan kosong karena mereka memesan tumpukan piring pastrami, kentang goreng dan soda diet. Dengan melihat yang ada di atas piring mereka dan ukuran pinggang mereka Anda mulai mengerti. Anda melihat gaya kepemimpinan perusahaan ini. Tidak ada insentif untuk makan yang lebih baik atau berolahraga. Tidak ada upaya untuk menjaga diri mereka sendiri agar tetap sehat – belum lagi karyawan mereka.
Ketika berbicara masalah ini, CEO tersebut mengaku keprihatinannya tentang biaya perawatan kesehatan dan bagaimana karyawannya selalu izin sakit, namun ia hanya membiarkannya. Hilangnya produktivitas adalah pengeluaran bisnis seperti hal lainnyya kan?
Salah! Anda menyadari bahwa budaya perusahaan ini tidak cocok dengan Anda. Anda berterima kasih kepada CEO tersebut atas tawarannya, menolaknya dan pulang ke rumah, dan berpikir “Kalau saka mereka memesan salad.”
Ok, mungkin keberhasilan sebuah perusahaan bukanlah sesederhana memesan sepiring salad hijau, namun intinya adalah bahwa segala sesuatunya bersifat sistemik. Jika CEO tersebut menjaga dirinya lebih baik, berolahraga dan makan dengan benar, mungkin ia akan membuat seorang staf eksekutif yang melakukan hal yang sama dan bersama-sama mereka akan memahami nilai dair menjaga agar karyawan tetap sehat juga. Maka hilangnya produktivitas akan berubah menjadi sebuah konsep yang jauh dari pandangan, bukan sebuah kenyataan sehari-hari.
Konsep produktibitas tempat kerja dengan meningkatkan kesehatan dan kebugaran karyawan adalah sebuah fakta yang telah terdokumentasikan dengan baik. Sebagai contoh, sebuah penelitian tahun 2006 oleh Leeds Metropolitan University di Inggris menunjukkan bahwa ketika pekerja kantor berolahraga setiap harinya, peringkat kepuasan kerja mereka melonjak sekitar 65% – dan mengarah kepada produktivitas yang meningkat.
Diet dan olahraga bermanfaat lebih dari sekedar memberikan six pack. Sebuah jadwal makan yang sehat akan menjamin agar otak Anda mendapatkan asupan yang dibutuhkan dan mencegah hal-hal seperti naiknya gula darah. Berolahraga setiap hari menghasilkan endorfin, zat kimia dalam otak yang memberikan rasa kesejahteraan dan kebaikan. Menggabungkan kedua ini akan membuat hari Anda menjadi lebih baik.
Namun Anda tidak perlu menjadi seorang CEO untuk memahami pelajaran di sini. Efek domino untuk menjadi senang yang sama bermanfaat agi kita semua, baik Anda seorang eksekutif, seorang seniman, seorang pekerja pabrik atau orangtua yang bekerja dari rumah. Jika Anda makan dengan benar dan berolahraga, Anda akan menurunkan berat badan Anda, sistem energi Anda akan menjadi lebih efisien dan hormon Anda akan menjadi lebih teratur. Jika Anda memiliki lebih banyak energi, Anda tidak hanya akan dapat bekerja lebih keras, Anda juga mungkin akan menikmati mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak.
Dari sini, sebutkan kebahagiaan Anda, dan kebahagiaan tersebut adalah hak Anda. Jika Anda adalah seorang “achiever”, semua kerja keras Anda akan membawa kesuksesan. Jika Anda adalah seorang pencari waktu luang, Anda akan menyelesaikan pekerjaan tersebut lebih cepat dan Anda akan memiliki lebih banyak energi untuk menikmati saat-saat ketika Anda tidak bekerja. Apa pun itu, kehidupan akan terasa lebih baik.
— ENGLISH VERSION —
Improve Productivity
Today, we’re going to do a little role-playing. Ready? Imagine you’re a big, fancy CEO of a big, fancy company with about 1,000 employees. It’s a great place to work because, in addition to offering a great product, you treat your employees with respect, encourage them to stay healthy and make sure they all have jobs that matter to them.
One day, you get a call. The CEO of a competing firm is ready to call it a day and he wants to sell out — at a bargain price! Without delay, you assemble your team, fly down to meet with the CEO to get a tour of his facility. When you get there, it’s a stark contrast to your company’s healthy, vibrant workforce. These are good people, but they’re drained, sluggish and just dragging through the day. Where is the push and drive to be the best they can be?
So you decide to have lunch with the CEO and his team, speaking candidly over your standard meal of broiled chicken, green salad and brown rice. They stare blankly at you as they order up heaping plates of pastrami, French fries and diet soda. Looking at their plates o’ slop and bulging waistlines, you get it. You see the leadership style of this company. No incentives to eat better or exercise. There’s no effort to keep themselves — not to mention their employees — healthy.
When pressed with this, the CEO admits his concerns about health care costs and how his employees are always calling in sick, but he shrugs it off. Loss of productivity is just a business expense like any other, right?
Wrong. You realize that this company culture just isn’t going to jibe with yours. You thank the CEO for the offer, turn it down and head home. What a shame. If only they’d ordered a salad.
OK, so maybe corporate success isn’t as simple as ordering a plate of leafy greens, but the point is that everything is systemic. If the CEO had taken better care of himself, exercised and ate right, perhaps he would have attracted an executive staff who did the same and together they would have understood the value of keeping employees healthy as well. Then loss of productivity would have turned into a distant concept, not a daily reality.
The concept of workplace productivity improving with the health and fitness of employees is a well-documented fact. For example, a 2006 study out of Leeds Metropolitan University in England showed that when office workers exercised daily, their job satisfaction ratings shot up 65% — and that leads to improved productivity.
You see, diet and exercise do more than just give you six-pack abs. A healthy meal plan assures that your brain gets the fuel it needs and prevents things like blood sugar crashes. Daily workouts produce endorphins, a chemical in the brain that promotes a sense of mellow well-being. Combine the two and, well, things just work better.
If you don’t believe me, ask the two latest leaders of the Western world. Both George W. Bush and Barack Obama are daily exercisers. All that basketball and bicycling helps them gain clarity and perspective — something a leader needs no matter what side of the political spectrum they’re on.
But you don’t need to be a CEO or a president to learn a lesson here. The same happy domino effect works for all of us, whether you’re an executive, an artist, a factory worker, or a stay-at-home parent. If you eat right and exercise, you’ll lose weight, your energy systems will become more efficient and your hormones will be better regulated. When these things happen, you’ll have more energy. If you have more energy, you’ll not only be able to work harder, you’ll probably enjoy that work a lot more.
From there, name your bliss, and it’s yours for the taking. If you’re an achiever, all that hard work will lead to success. If you’re a leisure seeker, you’ll get the job done faster and you’ll have more energy to enjoy the moments when you’re not working. Either way, life will just feel better.
